lot of plan at august...
granny birthday, dan semoga kelulusanku mampu membuat dia bahagia... walaupun saya tahu, kalau jauh lebih membahagiakan saat dia melihat bahwa akhirnya saya, cucu tertua akhirnya menemukan seseorang yang mampu menerima saya apa adanya... =)
ya, semoga saya pun dapat membawa orang yang tepat secepatnya untuk di kenalkan pada granny.. ^^
tapi sepertinya, jadi pengen pacaran sama skripsi saja...=))
welcome sweet august... come to me...slowly but sure...
When u judge u leave no room for Love, When u Love there is nothing to judge...
animated sakura
Selasa, 24 Mei 2011
Sabtu, 21 Mei 2011
Love is Not A FIGHT
Love is not a place
To come and go as we please
It's a house we enter in
Then commit to never leave
So lock the door behind you
Throw away the key
We'll work it out together
Let it bring us to our knees
Chorus:
Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of a war
And if we try to leave, may God send angels to guard the door
No, love is not a fight but it's something worth fighting for
To some, love is a word
That they can fall into
But when they're falling out
Keeping that word is hard to do
Chorus:
Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of a war
And if we try to leave, may God send angels to guard the door
No, love is not a fight but it's something worth fighting for
Love will come to save us
If we'll only call
He will ask nothing from us
But demand we give our all
Chorus:
Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of a war
And if we try to leave, may God send angels to guard the door
No, love is not a fight but it's something worth fighting for
I will fight for you
Would you fight for me?
It's worth fighting for
While I'm Waiting
I'm waiting
I'm waiting on You, Lord
And I am hopeful
I'm waiting on You, Lord
Though it is painful
But patiently, I will wait
I will move ahead, bold and confident
Takeing every step in obedience
While I'm waiting
I will serve You
While I'm waiting
I will worship
While I'm waiting
I will not faint
I'll be running the race
Even while I wait
I'm waiting
I'm waiting on You, Lord
And I am peaceful
I'm waiting on You, Lord
Though it's not easy
But faithfully, I will wait
Yes, I will wait
I will serve You while I'm waiting
I will worship while I'm waiting
I will serve You while I'm waiting
I will worship while I'm waiting
I will serve you while I'm waiting
I will worship while I'm waiting on You, Lord
i'm amazed
ternyata masih ada wanita yang mencintai karena "sesuatu"
saya pikir spesies ini telah punah berabad-abad lalu.. :)
mempublikasikan sesuatu pada ex... errrmmm... i think... thats KAGAK SOPAN =)
but stilllllllllll... GOD can see and will open the truth in HIS time ^_^
just wait and see...
saya pikir spesies ini telah punah berabad-abad lalu.. :)
mempublikasikan sesuatu pada ex... errrmmm... i think... thats KAGAK SOPAN =)
but stilllllllllll... GOD can see and will open the truth in HIS time ^_^
just wait and see...
Kamis, 19 Mei 2011
Allah Yang Mendengar
Baca: Kejadian 16:1-16
Ada orang yang berpikir bahwa Tuhan begitu sibuk sehingga tak punya waktu untuk mendengarkan dia. Maka ia sering bertindak “menolong” Tuhan untuk membereskan permasalahannya.
Inilah yang dilakukan Abram dan Sarai ketika belum juga punya anak. Mereka mencari jalan supaya mereka dapat memiliki anak. Ya, mereka ingin “menolong” Tuhan menggenapi apa yang telah Ia janjikan kepada Abram.
Dalam dunia kuno, seorang istri yang tak bisa melahirkan anak dapat memberikan budaknya kepada suaminya sebagai gundik. Kemudian anak gundik tersebut akan diambil untuk menjadi anaknya yang sah. Inilah yang ada dalam pikiran Sarai ketika ia meminta Abram untuk menghampiri Hagar (2). Rencana Sarai itu menjadi bumerang karena kemudian Hagar memandang rendah nyonyanya setelah ia mengandung (4). Mungkin Hagar adalah budak yang diberikan Firaun saat Abram merantau ke Mesir karena kelaparan (lihat Kej. 12:16). Sebab itu ia tidak terlalu setia kepada nyonyanya.
Dalam kemarahan, Sarai menindas Hagar sampai ia melarikan diri. Namun Tuhan membela Hagar, menyuruh dia kembali kepada Sarai. Tuhan menjanjikan perlindungan dan akan membuat keturunannya menjadi banyak (9-10). Tuhan juga berfirman bahwa Hagar akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan dinamai Ismael karena “Tuhan telah mendengar” tentang penindasan atas dia (11).
Bukan hanya Hagar yang perlu tahu bahwa Allah mendengar pergumulannya. Abram dan Sarai juga harus tahu bahwa Allah mendengar pergumulan mereka. Seharusnya mereka datang kepada Tuhan, bukan mengambil langkah sendiri yang justru membawa masalah baru. Pasti Allah mendengar dan memberi jalan keluar.
Sadarkah kita bahwa Allah kita adalah Allah yang mendengar? Apakah kita mau datang kepada Allah dan menantikan jawaban-Nya atas persoalan kita? Kiranya kita tidak bersikap seperti Abram dan Sarai, yang menyelesaikan masalah dengan cara kita sendiri, yang justru menimbulkan masalah baru.
Posted in Santapan Harian
http://santapanharian.info/2011/05/18/allah-yang-mendengar/
Senin, 16 Mei 2011
aneh, tapi nyata...
terlalu banyak kemunafikan...
kehendak manusia di atas namakan kehendak TUHAN... (apa TUHAN tersenyum melihat dari atas ya?)
sikap manipulatif, membuat bahkan orang tertentu tidak mampu mempercayai fakta yang ada...
(karena curiga terus menerus, jangan-jangan ini hanya sekedar manipulasi...)
kadang saya bingung... "nampaknya rohani" tapi saat harus bertahan pada hal-hal yang rohani malah memilih duniawi...
aneh...tapi nyata...
out of my mind...
kehendak manusia di atas namakan kehendak TUHAN... (apa TUHAN tersenyum melihat dari atas ya?)
sikap manipulatif, membuat bahkan orang tertentu tidak mampu mempercayai fakta yang ada...
(karena curiga terus menerus, jangan-jangan ini hanya sekedar manipulasi...)
kadang saya bingung... "nampaknya rohani" tapi saat harus bertahan pada hal-hal yang rohani malah memilih duniawi...
aneh...tapi nyata...
out of my mind...
why should...
when i ask, U give the answer...
when i search, U show me...
just encourage me, LORD..to fight for all things from U...
more patient...
more kind...
more faithful...
more and more...
day by day...
when i search, U show me...
just encourage me, LORD..to fight for all things from U...
more patient...
more kind...
more faithful...
more and more...
day by day...
Sabtu, 14 Mei 2011
TUAIAN memang BANYAK!
terima kasih , BAPA... saat KAU menciptakanku, selain memikirkan siapa yang akan menjadi pasanganku kelak, KAU juga memikirkan setiap talenta yang akan saya miliki dan gunakan dalam MASTER PLAN MU, bahkan KAU telah merancang, siapa sahabat yang akan KAU tempatkan di sisiku, dan kami dapat sama-sama bertumbuh dalam pelayanan kami... :) KAU menempatkan saya ditengah keluarga yang hangat... yang mencintai dan membentuk saya menjadi sebuh pribadi hingga sama seperti saat ini...
tahun ini sungguh berat... entah darimana... semua tugas dariMU menumpuk menjadi gunung di hadapanku... yang berawal dari kepengurusan misi yang saya jalani sejak 2010 (saat rest KEPENGURUSAN - after 4 years... u will get free years.. to fill ur self...) , menjadi sekretaris di komisi pemuda, menjadi bendahara di komisi literatur, dan saya terbebani juga berperan aktif untuk menjadi penunggu perpustakaan, khusus yang 1 ini tidak terlalu bermasalah, karena memang hobi duduk dan membaca..
mungkin bukan baru pertama kali dalam beberapa bulan lalu, terlintas di kepalaku... misi dan pemuda? pilih pemuda saja... misi sepertinya kurang menarik...etc, dan alasan yang segunung... dan beberapa saat kemudian, saat sedang berdiam diri... saya malahan seolah merasa mendapatkan teguran... (justru karena itulah, kau ku tempatkan di sana, grace... make a change... and start from ur self...)
dan saat malam ini memikirkan komisi misi...bersama-sama dengan uli, kami berdua menemukan keadaan yang parah di kiri dan kanan... keadaan yang kurang kondusif, dan terabaikan... dan kami berdua merasakan betapa beratnya keadaan ini... dan lucunya, kami berdua sempat berpikir mundur, karena keadaan yang tidak kondusif ini... dan terlebih amat sangat lucu... kami menemukan, kalau bukan kami..lantas siapa lagi? kalau kami berlari..lantas siapa yang akan sadar? :)
ya, bakti sosial menanti di bulan 6... beberapa keluarga adalah dokter...semoga mereka mau membantu... :)
dan kalau dapat di katakan..persiapan masih 0..dan baru saja subuh hari ini, kami membahas persiapan dana... (ok) persiapan lainnya? obat"an? pendaftaran? PMI... (oh, please...jangan saya... jauhkan saya dari cairan merah itu sebelum anda akan bekerja sama merawat saya yang pingsan), lantas kostum apa yang akan di seragamkan?
BAPA... sangat banyak hal yang belum fix..dan baksos bukanlah sebuah permainan... misi membutuhkan banyak bantuan....
huff.. saya yakin semuanya akan terpenuhi, dan saya sedang bersiap untuk sebuah telepon lagi yang mengatakan, hari ini rapat dadakan yakkk...
tapi saya sungguh kagum akan MASTER PLAN MU...
semuanya sangat sempurna...
KAU bekerja dalam bidang yang saya sukai maupun tidak sukai... dan semuanya mengarahkan saya berada dalam jalur dan alur yang telah KAU tetapkan sejak semula,... =)
yappp... kedaulatanMU tidak pernah berubah, sekalipun seringkali kami tidak memahami rencanaMU, tapi saya mau belajar memahami dan menaati tiap hal yang KAU berikan...
encourage us, LORD... ^_^ AMEN...
tahun ini sungguh berat... entah darimana... semua tugas dariMU menumpuk menjadi gunung di hadapanku... yang berawal dari kepengurusan misi yang saya jalani sejak 2010 (saat rest KEPENGURUSAN - after 4 years... u will get free years.. to fill ur self...
mungkin bukan baru pertama kali dalam beberapa bulan lalu, terlintas di kepalaku... misi dan pemuda? pilih pemuda saja... misi sepertinya kurang menarik...etc, dan alasan yang segunung... dan beberapa saat kemudian, saat sedang berdiam diri... saya malahan seolah merasa mendapatkan teguran... (justru karena itulah, kau ku tempatkan di sana, grace... make a change... and start from ur self...)
dan saat malam ini memikirkan komisi misi...bersama-sama dengan uli, kami berdua menemukan keadaan yang parah di kiri dan kanan... keadaan yang kurang kondusif, dan terabaikan... dan kami berdua merasakan betapa beratnya keadaan ini... dan lucunya, kami berdua sempat berpikir mundur, karena keadaan yang tidak kondusif ini... dan terlebih amat sangat lucu... kami menemukan, kalau bukan kami..lantas siapa lagi? kalau kami berlari..lantas siapa yang akan sadar? :)
ya, bakti sosial menanti di bulan 6... beberapa keluarga adalah dokter...semoga mereka mau membantu... :)
dan kalau dapat di katakan..persiapan masih 0..dan baru saja subuh hari ini, kami membahas persiapan dana... (ok) persiapan lainnya? obat"an? pendaftaran? PMI... (oh, please...jangan saya... jauhkan saya dari cairan merah itu sebelum anda akan bekerja sama merawat saya yang pingsan), lantas kostum apa yang akan di seragamkan?
BAPA... sangat banyak hal yang belum fix..dan baksos bukanlah sebuah permainan... misi membutuhkan banyak bantuan....
huff.. saya yakin semuanya akan terpenuhi, dan saya sedang bersiap untuk sebuah telepon lagi yang mengatakan, hari ini rapat dadakan yakkk...
tapi saya sungguh kagum akan MASTER PLAN MU...
semuanya sangat sempurna...
KAU bekerja dalam bidang yang saya sukai maupun tidak sukai... dan semuanya mengarahkan saya berada dalam jalur dan alur yang telah KAU tetapkan sejak semula,... =)
yappp... kedaulatanMU tidak pernah berubah, sekalipun seringkali kami tidak memahami rencanaMU, tapi saya mau belajar memahami dan menaati tiap hal yang KAU berikan...
encourage us, LORD... ^_^ AMEN...
Jumat, 13 Mei 2011
Ketika Kadal Terjepit Selama 10 Tahun
SAAT sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap dan terpaku tanpa bergerak selama 10 tahun, adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya …. astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan. Bisakah kita juga demikian?
http://www.tribunnews.com/2010/11/10/ketika-kadal-terjepit-selama-10-tahun
i think i cant... 2 tahun saja dah insomnia selama 2 tahun... how about 10 years..?? XD
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap dan terpaku tanpa bergerak selama 10 tahun, adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya …. astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan. Bisakah kita juga demikian?
http://www.tribunnews.com/2010/11/10/ketika-kadal-terjepit-selama-10-tahun
i think i cant... 2 tahun saja dah insomnia selama 2 tahun... how about 10 years..?? XD
Rabu, 11 Mei 2011
Belajar Mempercayai
Baca: Yesaya 66:7-13
Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. —Mazmur 37:3
Ketika saya menyondongkan kamera saya ke dalam semak-semak untuk mengambil gambar anak-anak burung robin, mereka bereaksi dengan membuka mulut tanpa membuka mata mereka. Mereka begitu terbiasa diberi makan oleh induknya setiap kali ranting-ranting pohonnya bergerak, sehingga mereka tidak lagi melihat siapa (atau apa) yang menimbulkan gangguan tersebut.
Itulah rasa percaya yang ditanamkan para ibu yang penuh kasih kepada anaknya. Saya pun diberkati karena punya ibu yang demikian penuh kasih. Semasa bertumbuh, saya dapat menyantap makanan apa pun yang disediakan ibu saya tanpa merasa takut bahwa makanan itu akan membahayakan saya. Walaupun ia membuat saya menyantap makanan yang tidak saya sukai, saya tahu ia melakukannya karena makanan itu baik untuk saya. Jika hanya mau mudahnya saja, ibu akan membiarkan saya memakan makanan yang tidak sehat. Apa pun yang dikatakan ibu tentang apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan, saya tahu ia punya maksud yang baik bagi saya. Ia bukan sedang mencegah saya menikmati kesenangan; tetapi ia ingin melindungi saya supaya tidak terluka.
Demikian juga hubungan yang kita miliki dengan Allah, Dia yang membandingkan diri-Nya dengan seorang ibu: “Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu” (Yes. 66:13). Sebagai anak-anak-Nya, kita tidak punya alasan untuk merasa takut akan apa yang terjadi pada diri kita atau iri terhadap yang dialami orang lain: “Jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang” (Mzm. 37:1).
Ketika kita mempercayai kebaikan-Nya, kita dipelihara menurut kesetiaan-Nya. —JAL
Tuhan, kami bersyukur untuk teladan dari para ibu. Terlebih lagi, kami bersyukur atas pemeliharaan-Mu yang setia bagaikan seorang ibu terhadap kami yang dinyatakan dalam belas kasihan-Mu hari demi hari. Tolong kami untuk bersandar kepada-Mu. Amin.
Pemeliharaan Allah menjaga kita.
d^^b
saya mengenal seorang ibu yang memiliki sepasang anak yang telah dewasa... (tidak akan menyebutkan nama), anaknya yang sulung adalah seorang pria yang merupakan seorang yang pandai dalam sastra asing (inggris, perancis, jepang, jerman, mandarin) lulus tepat waktu, dan memiliki IPK yang memuaskan, sedangkan yang bungsu adalah seorang gadis yang ceria dan baik hati... (kepribadian keduanya bertolak belakang satu pendiam, dan satu periang)
bagi saya, jika ingin menyombongkan diri, wanita ini dapat melakukannya...tapi entah mengapa saya mengenalnya sebagai seorang wanita yang sangat rendah hati dan bijaksana... :) tak sekalipun saya melihat wanita ini menyombongkan tiap prestasi anak-anaknya dan terutama menyombongkan dirinya sendiri, dan kehidupannya yang bagi saya sangat mengagumkan... =)
wanita ini mengalami mujizat yang TUHAN berikan..saat salah satu keluarganya sakit, pemulihan yang di anggap mustahil bagi manusia pun terjadi... (aheeemmm.. TUHAN... dia memang pantas menerimanya.. ^^b)
semua yang ada dalam kehidupannya adalah istimewa... anak-anaknya, pelayanannya... dan saya melihat sebuah kepasrahan sepenuhnya terhadap apa yang di jalaninya dalam hidup... terkadang saya sungguh sangat kagum hingga serasa ingin berkata.. "can u teach me? :)" walau mengalami beberapa hal yang mengecewakan, tapi itu tidak membuat semangatnya padam untuk melayani... (i must learn!! :) )
proud of her...
saat ada di sisinya saya mampu merasa hangat, sama seperti saat berada di sisi mami juga... :)
kasih yang tidak pura-pura... dan iman yang tangguh... kerendahan hati...
awesome. d^_^b
PROUD OF HER...
wanita bijaksana^^ sangat bijaksana...
Jumat ini mau nemeni ke acara..yayyy...
saya bersyukur, mengenali seseorang yang memperlakukan saya sama seperti anaknya sendiri... bahkan saat berada dalam perjamuan makan, wanita ini mengambilkan segala sesuatunya bagi saya, sampai saya harus menahan tangannya untuk menghentikan kesibukannya bagi saya... dan belajar melayani dia ... :)
thanks LORD, untuk sebuah teladan wanita bijaksana yang saya temui...
saat saya memiliki segalanya kelak, ingatkan saya untuk tetap rendah hati dan mampu menyentuh hidup orang lain TANPA PERLU membedakan status yang mereka miliki...
=) AMIN....
bagi saya, jika ingin menyombongkan diri, wanita ini dapat melakukannya...tapi entah mengapa saya mengenalnya sebagai seorang wanita yang sangat rendah hati dan bijaksana... :) tak sekalipun saya melihat wanita ini menyombongkan tiap prestasi anak-anaknya dan terutama menyombongkan dirinya sendiri, dan kehidupannya yang bagi saya sangat mengagumkan... =)
wanita ini mengalami mujizat yang TUHAN berikan..saat salah satu keluarganya sakit, pemulihan yang di anggap mustahil bagi manusia pun terjadi... (aheeemmm.. TUHAN... dia memang pantas menerimanya.. ^^b)
semua yang ada dalam kehidupannya adalah istimewa... anak-anaknya, pelayanannya... dan saya melihat sebuah kepasrahan sepenuhnya terhadap apa yang di jalaninya dalam hidup... terkadang saya sungguh sangat kagum hingga serasa ingin berkata.. "can u teach me? :)" walau mengalami beberapa hal yang mengecewakan, tapi itu tidak membuat semangatnya padam untuk melayani... (i must learn!! :) )
proud of her...
saat ada di sisinya saya mampu merasa hangat, sama seperti saat berada di sisi mami juga... :)
kasih yang tidak pura-pura... dan iman yang tangguh... kerendahan hati...
awesome. d^_^b
PROUD OF HER...
wanita bijaksana^^ sangat bijaksana...
Jumat ini mau nemeni ke acara..yayyy...
saya bersyukur, mengenali seseorang yang memperlakukan saya sama seperti anaknya sendiri... bahkan saat berada dalam perjamuan makan, wanita ini mengambilkan segala sesuatunya bagi saya, sampai saya harus menahan tangannya untuk menghentikan kesibukannya bagi saya... dan belajar melayani dia ... :)
thanks LORD, untuk sebuah teladan wanita bijaksana yang saya temui...
saat saya memiliki segalanya kelak, ingatkan saya untuk tetap rendah hati dan mampu menyentuh hidup orang lain TANPA PERLU membedakan status yang mereka miliki...
=) AMIN....
bersyukur...
finally.. :)
biar kehendakMU yang jadi dan bukan kehendakku...
blogku bukan lagi tempat teraman kini...
sangat banyak rancangan buruk yang lahir akibat kepolosanku memperlakukan blogku seolah tempat saya bebas berekspresi...
sikap manipulatif yang mampu menyalah gunakan blog orang lain, mulai nampak... =)
semoga tuaiannya indah, dan tidak seburuk apa yang ditaburnya...
biar kehendakMU yang jadi dan bukan kehendakku...
blogku bukan lagi tempat teraman kini...
sangat banyak rancangan buruk yang lahir akibat kepolosanku memperlakukan blogku seolah tempat saya bebas berekspresi...
sikap manipulatif yang mampu menyalah gunakan blog orang lain, mulai nampak... =)
semoga tuaiannya indah, dan tidak seburuk apa yang ditaburnya...
Minggu, 08 Mei 2011
SEPERTI HATI-MU
BERIKANKU HATI S'PERTI HATI-MU
HATI YANG MENGASIHI JIWA YANG TERHILANG
BERIKANKU MATA S'PERTI MATA-MU
MEMANDANG JIWA YANG DALAM G'LAP
KU MAU BERJALAN DALAM RENCANA-MU
DAN MELAKUKAN PERBUATAN-MU YANG BESAR
MEMULIHKAN HATI YANG TERLUKA
MENJADI RUMAH BAGI MEREKA YANG LELAH
MEMBAGI HIDUP DAN MILIK KITA BERSAMA...
JADIKAN HATIKU SEPERTI HATI-MU...
that's my favourite song...
tidak mudah, mengasihi orang-orang yang tidak layak untuk di kasihi,
tidak mudah membagikan hidup dan milik kita denagn orang yang tidak di kenali...
sangat tidak mudah menjadi tempat bersandar bagi mereka yang lelah (kecenderungan adanya sifat egois dari sejak manusia lahir)
sangat tidak mudah, mengasihi orang-orang yang mungkin nampak sangat tidak layak untuk di kasihi...
tapi saat KASIH dan KESETIAAN menjadi sebuah perintah,
apakah manusia mampu melawan perintah itu?
dan saat manusia menolak perintah untuk mengasihi dan setia, masih dapatkah kita memantulkan cerminan BAPA?
manusia=IMAGO DEI (image of GOD...)
sudahkah kasih dalam diri kita bertumbuh dengan benar?
mampukah kita mengasihi bahkan saat seisi dunia melarang kita mengasihi orang yang tidak layak tersebut?
apakah hari demi hari, kasih anda bertumbuh...ataukah semakin hambar? :)
satu-satunya hal yang mampu membuat kita dikenal sebagai anak-anakNYA, saat kasih itu teruji...
sudahkah kasih anda teruji? :)
ATAUKAH anda mengasihi semata saat keadaan menguntungkan, keadaan memudahkan, dan keadaan memungkinkan?
kasih adalah sesuatu yang tidak dapat dinilai oleh apapun...
itulah sebabnya mengapa lagu ini menjadi salah satu lagu kesukaanku...
lagu ini mengingatkan saya, bahwa untuk menjadi anakNYA, dan di kenal sebagai anakNYA => saya harus mampu mengasihi..
mengasihi dengan tanpa syarat apapun, dan tetap setia bertahan dalam mengasihi...
saya tidak boleh menambahkan syarat... saya akan mengasihi asalkan.... bla bla...
sepertinya bukan jenis kasih "dengan syarat" yang telah DIA ajarkan...
i can't change the world, but i can change my self... =)
so i'll start from my self...
ya, tidak mudah mengasihi,,,terutama saat anda terkhianati oleh orang yang anda kasihi, saat anda di cerca di maki dan di hina oleh seseorang yang anda anggap seperti orangtua sendiri, dan sangat sulit... untuk tidak membalas kejahatan mereka dengan kejahatan...
but i'll do that...
we will see... what will happen...
saya menabur kasih, dan saya yakin,,, kasih yang saya tabur, tidak akan sia-sia...^^v
HATI YANG MENGASIHI JIWA YANG TERHILANG
BERIKANKU MATA S'PERTI MATA-MU
MEMANDANG JIWA YANG DALAM G'LAP
KU MAU BERJALAN DALAM RENCANA-MU
DAN MELAKUKAN PERBUATAN-MU YANG BESAR
MEMULIHKAN HATI YANG TERLUKA
MENJADI RUMAH BAGI MEREKA YANG LELAH
MEMBAGI HIDUP DAN MILIK KITA BERSAMA...
JADIKAN HATIKU SEPERTI HATI-MU...
that's my favourite song...
tidak mudah, mengasihi orang-orang yang tidak layak untuk di kasihi,
tidak mudah membagikan hidup dan milik kita denagn orang yang tidak di kenali...
sangat tidak mudah menjadi tempat bersandar bagi mereka yang lelah (kecenderungan adanya sifat egois dari sejak manusia lahir)
sangat tidak mudah, mengasihi orang-orang yang mungkin nampak sangat tidak layak untuk di kasihi...
tapi saat KASIH dan KESETIAAN menjadi sebuah perintah,
apakah manusia mampu melawan perintah itu?
dan saat manusia menolak perintah untuk mengasihi dan setia, masih dapatkah kita memantulkan cerminan BAPA?
manusia=IMAGO DEI (image of GOD...)
sudahkah kasih dalam diri kita bertumbuh dengan benar?
mampukah kita mengasihi bahkan saat seisi dunia melarang kita mengasihi orang yang tidak layak tersebut?
apakah hari demi hari, kasih anda bertumbuh...ataukah semakin hambar? :)
satu-satunya hal yang mampu membuat kita dikenal sebagai anak-anakNYA, saat kasih itu teruji...
sudahkah kasih anda teruji? :)
ATAUKAH anda mengasihi semata saat keadaan menguntungkan, keadaan memudahkan, dan keadaan memungkinkan?
kasih adalah sesuatu yang tidak dapat dinilai oleh apapun...
itulah sebabnya mengapa lagu ini menjadi salah satu lagu kesukaanku...
lagu ini mengingatkan saya, bahwa untuk menjadi anakNYA, dan di kenal sebagai anakNYA => saya harus mampu mengasihi..
mengasihi dengan tanpa syarat apapun, dan tetap setia bertahan dalam mengasihi...
saya tidak boleh menambahkan syarat... saya akan mengasihi asalkan.... bla bla...
sepertinya bukan jenis kasih "dengan syarat" yang telah DIA ajarkan...
i can't change the world, but i can change my self... =)
so i'll start from my self...
ya, tidak mudah mengasihi,,,terutama saat anda terkhianati oleh orang yang anda kasihi, saat anda di cerca di maki dan di hina oleh seseorang yang anda anggap seperti orangtua sendiri, dan sangat sulit... untuk tidak membalas kejahatan mereka dengan kejahatan...
but i'll do that...
we will see... what will happen...
saya menabur kasih, dan saya yakin,,, kasih yang saya tabur, tidak akan sia-sia...^^v
Sabtu, 07 Mei 2011
mine...
through it all...
i catch some point...
i just dont know, someone can realized it or not...:
1. DIA mau menguji IMAN kami
2. DIA mau melihat sejauh mana ketaatan kami
3. seperti visi pada awalnya, hubungan ini di harapkan membuat kami bertumbuh, dan saat ini benar-benar harus bertumbuh..
4. kembali pada awal hubungan, kami mengatakan menginginkan hubungan yang makin hari makin teruji (fact)
5. DIA menginginkan kami menjadi teladan bagi yang mengalami kasus serupa... (i wonder..why must we?)
6. DIA menginginkan beberapa orang menjadi sadar, uang bukan penentu kebahagiaan
7. DIA menginginkan kami tidak meragukan kehendakNYA dan taat sepenuhnya...
8. DIA membuat saya mengagumiNYA... saat saya tidak mampu lagi menemukan 1 pun alasan bertahan, selain petunjukNYA yang invisible, dan kadang membuat speechless... DIA menyanggupkan saya selalu dan selalu menemukan hal-hal itu...
9. DIA membuat saya di anggap bodoh oleh manusia... dan saya tidak tahu... kenapa DIA membiarkan saya seolah di permalukan oleh kelakuan seseorang yang memang memalukan... (?)
10. bahkan hingga detik ini, DIA tidak berhenti seolah membisikkan pertanyaan,, DO U WANT TO RUN, MY DAUGHTER?
11. DIA membuat saya menyadari, orang itu hanya seorang biasa... yang juga memiliki ketakutan, dan bukan seorang yang mampu berjuang bagi saya... dan saya yang harus menemani dia dalam kondisi seperti itu? dan menyadarkan dia akan keberadaan penciptanya... (rasanya nda sanggup hadapi orang sebebal itu, Lord.. :( )
12. DIA menginginkan kami menyadari... LOVE CASTS OUT FEAR... dan kami harus membuatnya nyata untuk menjadi kesaksian bagi orang di sekitar kami... (again... may i can do that?)
13. DIA menginginkan kami menyadari.... siapa orang-orang yang mendorong kami ke arah positif, dan siapa yang memojokkan kami ke arah negatif...
14, DIA membuat saya menyadari semua ini, sekarang...dan saya tidak memahami akankah hal ini berguna untuk saya sadari atau tidak?
15. DIA membuat malam ini saya tidak tidur... dan saya tidak paham tujuanMU, BAPA...
16. DIA membuat saya teringat akan tiap kata hinaan yang saya terima dan harus saya balas dengan kasih... (learning process)
17. DIA membuat saya kehabisan kata-kata saat menyadari semua ini,,,dan dadaku serasa sesak...
18. ngantuk....
i catch some point...
i just dont know, someone can realized it or not...:
1. DIA mau menguji IMAN kami
2. DIA mau melihat sejauh mana ketaatan kami
3. seperti visi pada awalnya, hubungan ini di harapkan membuat kami bertumbuh, dan saat ini benar-benar harus bertumbuh..
4. kembali pada awal hubungan, kami mengatakan menginginkan hubungan yang makin hari makin teruji (fact)
5. DIA menginginkan kami menjadi teladan bagi yang mengalami kasus serupa... (i wonder..why must we?)
6. DIA menginginkan beberapa orang menjadi sadar, uang bukan penentu kebahagiaan
7. DIA menginginkan kami tidak meragukan kehendakNYA dan taat sepenuhnya...
8. DIA membuat saya mengagumiNYA... saat saya tidak mampu lagi menemukan 1 pun alasan bertahan, selain petunjukNYA yang invisible, dan kadang membuat speechless... DIA menyanggupkan saya selalu dan selalu menemukan hal-hal itu...
9. DIA membuat saya di anggap bodoh oleh manusia... dan saya tidak tahu... kenapa DIA membiarkan saya seolah di permalukan oleh kelakuan seseorang yang memang memalukan... (?)
10. bahkan hingga detik ini, DIA tidak berhenti seolah membisikkan pertanyaan,, DO U WANT TO RUN, MY DAUGHTER?
11. DIA membuat saya menyadari, orang itu hanya seorang biasa... yang juga memiliki ketakutan, dan bukan seorang yang mampu berjuang bagi saya... dan saya yang harus menemani dia dalam kondisi seperti itu? dan menyadarkan dia akan keberadaan penciptanya... (rasanya nda sanggup hadapi orang sebebal itu, Lord.. :( )
12. DIA menginginkan kami menyadari... LOVE CASTS OUT FEAR... dan kami harus membuatnya nyata untuk menjadi kesaksian bagi orang di sekitar kami... (again... may i can do that?)
13. DIA menginginkan kami menyadari.... siapa orang-orang yang mendorong kami ke arah positif, dan siapa yang memojokkan kami ke arah negatif...
14, DIA membuat saya menyadari semua ini, sekarang...dan saya tidak memahami akankah hal ini berguna untuk saya sadari atau tidak?
15. DIA membuat malam ini saya tidak tidur... dan saya tidak paham tujuanMU, BAPA...
16. DIA membuat saya teringat akan tiap kata hinaan yang saya terima dan harus saya balas dengan kasih... (learning process)
17. DIA membuat saya kehabisan kata-kata saat menyadari semua ini,,,dan dadaku serasa sesak...
18. ngantuk....
Rabu, 04 Mei 2011
That's LOVE
If you love some one because you think that he or she is really gorgeous …. then it’s not love ..
it’s “Infatuation“
If you love some one because you think that you shouldn’t leave him because others think that you shouldn’t … then it’s not love..
it’s“Compromise”
If you love some one because you think that he or she is really gorgeous …. and u want them whatever the situation….then it’s not love.. it’s“Lust“
If you love some one because you have been kissed by him … then it’s not love..
it’s “Inferiority complex”
If you love some one because you cannot leave him thinking that it would hurt his feelings .. then it’s not love ..
it’s “Charity”
If you love some one because you share every thing with him …then it’s not love…
it’s “Friendship”
BUT…
If you feel the pain of the other person more than him even when he is stable and you cry for him …
that’s “LOVE”

If you let him go knowing that he has to go but he doesn’t want to …
that’s“LOVE”
it’s “Infatuation“
If you love some one because you think that you shouldn’t leave him because others think that you shouldn’t … then it’s not love..
it’s“Compromise”
If you love some one because you think that he or she is really gorgeous …. and u want them whatever the situation….then it’s not love.. it’s“Lust“
If you love some one because you have been kissed by him … then it’s not love..
it’s “Inferiority complex”
If you love some one because you cannot leave him thinking that it would hurt his feelings .. then it’s not love ..
it’s “Charity”
If you love some one because you share every thing with him …then it’s not love…
it’s “Friendship”
BUT…
If you feel the pain of the other person more than him even when he is stable and you cry for him …
that’s “LOVE”

If you let him go knowing that he has to go but he doesn’t want to …
that’s“LOVE”
how i love YOU...
batuk-batuk nda jelas, semingguan lebih, padahal biasanya paling susah dapat penyakit ginian... ckckck..
but still...thanks LORD...^_^
walau ada sangat amat banyak rancangan manusia yang beberapa di antaranya adalah rekayasa yang buruk, tapi saat saya menyadari siapa penciptaku, selalu saya merasa damai.. :) entah mengapa dan kenapa..
padahal sangat banyak yang menghibur, dan mengira saya menyembunyikan kesedihan... tapi dalam diri sendiri, kebahagiaan itu jauh lebih besar dari kesedihan... i dont know why?... mungkin karena saya menyadari tabur tuai senantiasa berlaku, sehingag tidak ada 1 pun kebohongan dan rekayasa yang akan luput dariMU?
hanya belakangan nampaknya saya bingung...saat memilih ber---- tetapi seolah tetap di tahan oleh hal yang sama... itu sebuah keanehan.. mulai dari games, sweater, dan berulang kali nama itu seolah sengaja di sebut... i wonder... ckckck... LORD, dapatkah KAU melihat ulahnya yang segunung itu? why must him? i'm very tireeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedddddddddddddddddddddddddddddd
sementara ada sebuah pilihan lain, tapi kenapa harus orang yang melelahkan? dan menjadi **** ********* di tempat ibadah? huwww... ckckck.. entahlah...
jadilah kehendakMU walaupun, kehendakMU tidak ku pahami... >_<
but still...thanks LORD...^_^
walau ada sangat amat banyak rancangan manusia yang beberapa di antaranya adalah rekayasa yang buruk, tapi saat saya menyadari siapa penciptaku, selalu saya merasa damai.. :) entah mengapa dan kenapa..
padahal sangat banyak yang menghibur, dan mengira saya menyembunyikan kesedihan... tapi dalam diri sendiri, kebahagiaan itu jauh lebih besar dari kesedihan... i dont know why?... mungkin karena saya menyadari tabur tuai senantiasa berlaku, sehingag tidak ada 1 pun kebohongan dan rekayasa yang akan luput dariMU?
hanya belakangan nampaknya saya bingung...saat memilih ber---- tetapi seolah tetap di tahan oleh hal yang sama... itu sebuah keanehan.. mulai dari games, sweater, dan berulang kali nama itu seolah sengaja di sebut... i wonder... ckckck... LORD, dapatkah KAU melihat ulahnya yang segunung itu? why must him? i'm very tireeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedddddddddddddddddddddddddddddd
sementara ada sebuah pilihan lain, tapi kenapa harus orang yang melelahkan? dan menjadi **** ********* di tempat ibadah? huwww... ckckck.. entahlah...
jadilah kehendakMU walaupun, kehendakMU tidak ku pahami... >_<
好想好想...
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I wish and yearn to be with you)
和你一起数天上的星星
he ni yi qi shu tian shang de xing xing
(To count the stars in the sky with you)
收集春天的细雨
shou ji chun tian de xi yu
(To collect the drizzle of spring)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I crave so much to be with you)
听你诉说古老的故事
ting ni shu shuo gu lao de gu shi
(To hear you narrate the olden tales)
细数你眼中的情意
xi shu ni yan zhong de qing yi
(To count the subtle emotions flashing in your eyes)
好想 好想 好想 好想
hao xiang hao xiang hao xiang hao xiang
(I wish, I yearn, I pine, I long)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I crave to be with you)
踏遍万水千山
ta bian wan shui qian shan
(To traverse the multitudes of water bodies and imposing ranges)
走遍海角天涯
zou bian hao jiao tian ya
(Till the end of the oceans and the edge of the horizon)
让每一个日子
rang mei yi ge ri zi
(Let everyday)
都串连成我们最美丽
dou chuan lian cheng wo men zui mei li
(string together to become our most beautiful)
最美丽的回忆
zui mei li de hui yi
(Most beautiful memories.music)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I wish and yearn to be with you)
并肩看天边的落日
bing jian kan tian bian de luo ri
(Shoulder to shoulder, peering at the setting sun)
并肩听林间的鸟语.喔…
bing jian ting ling jian de niao yu.
(Together, listening to the birds’ songs in the forest calm)
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I wish and yearn to be with you)
和你一起数天上的星星
he ni yi qi shu tian shang de xing xing
(To count the stars in the sky with you)
收集春天的细雨
shou ji chun tian de xi yu
(To collect the drizzle of spring)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I crave so much to be with you)
听你诉说古老的故事
ting ni shu shuo gu lao de gu shi
(To hear you narrate the olden tales)
细数你眼中的情意
xi shu ni yan zhong de qing yi
(To count the subtle emotions flashing in your eyes)
好想 好想 好想 好想
hao xiang hao xiang hao xiang hao xiang
(I wish, I yearn, I pine, I long)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I crave to be with you)
踏遍万水千山
ta bian wan shui qian shan
(To traverse the multitudes of water bodies and imposing ranges)
走遍海角天涯
zou bian hao jiao tian ya
(Till the end of the oceans and the edge of the horizon)
让每一个日子
rang mei yi ge ri zi
(Let everyday)
都串连成我们最美丽
dou chuan lian cheng wo men zui mei li
(string together to become our most beautiful)
最美丽的回忆
zui mei li de hui yi
(Most beautiful memories.music)
好想好想和你在一起
hao xiang hao xiang he ni zai yi qi
(I wish and yearn to be with you)
并肩看天边的落日
bing jian kan tian bian de luo ri
(Shoulder to shoulder, peering at the setting sun)
并肩听林间的鸟语.喔…
bing jian ting ling jian de niao yu.
(Together, listening to the birds’ songs in the forest calm)
eat eat and eat
waaaaaa... seharian urus skrip sampai jam 2..baca skrip sampai keriting,
sebelum itu, pas siang makan 1 piring full makan siang,,,,
pas sore hari, dari jam 2- setengah 5 sore, di gereja urus dekoran... with IK, EG, AS dan sesudah itu pergi KFC ber 3,,,, awalnya berniat sekedar ngemil..ternyata malah beli 1 ayam, 1 nasi, 1 coke dan 1 mocca float... tidak lama berselang, makanan habis...dan tetp duduk sharing, sampai jam 8, pengen makan rujak, dan beli rujak juga... habis sepiring, dan itin, eping muali heran melihat selera makanku... mereka bercanda bilang... "dah berapa bulan? :))", tidak lama berselang, saya haus..dan beli mocca float lagi...
pas pulang, jam 9... lapaer..nahan diri buat nda makan lagi...tapi jadi kelaparan... makan lagi semangkok full nasi, kentang...
whats the matter with me?
masa iya masa pertumbuhan? >_< huffffffffffffff...
sebelum itu, pas siang makan 1 piring full makan siang,,,,
pas sore hari, dari jam 2- setengah 5 sore, di gereja urus dekoran... with IK, EG, AS dan sesudah itu pergi KFC ber 3,,,, awalnya berniat sekedar ngemil..ternyata malah beli 1 ayam, 1 nasi, 1 coke dan 1 mocca float... tidak lama berselang, makanan habis...dan tetp duduk sharing, sampai jam 8, pengen makan rujak, dan beli rujak juga... habis sepiring, dan itin, eping muali heran melihat selera makanku... mereka bercanda bilang... "dah berapa bulan? :))", tidak lama berselang, saya haus..dan beli mocca float lagi...
pas pulang, jam 9... lapaer..nahan diri buat nda makan lagi...tapi jadi kelaparan... makan lagi semangkok full nasi, kentang...
whats the matter with me?
masa iya masa pertumbuhan? >_< huffffffffffffff...
Selasa, 03 Mei 2011
Why marriages fail, and how you can have a better marriage
By Dennis Rainey
A woman once shared with me her view of marriage:
"It's as though I'm scanning a desert with a pair of binoculars. Everywhere I look I see bodies strewn about in various stages of death and dying -- divorce, isolation, abusive and decayed relationships, all types of devastation. After viewing this I ask myself, Why would I want to begin that journey?"
Many students today are asking the same question. Although they deeply desire the security and joy of a lifelong relationship, they fear marriage. One new bride said in a Newsweek article: "I had watched my parents' marriage fall apart, and I didn't know if I could keep one together."1
No generation reaching the age to marry has ever brought with it more baggage related to family breakdown. In the United States more than one million children each year experience the breakup of their families.2
A large number of students remember experiences like this:
Mary: One afternoon she came home from school and met her father coming out the door with a suitcase. He was leaving the family. "I'll be back to see you, Honey," he said. Mary's father kissed her on top of the head and left. She hasn't seen him since.
Robert: His parents divorced when he was five. He has lived with his mother who married three other men and drinks way too much. His first stepfather beat him up one time when Robert spilled a Coke in the car.
Carrie: Her parents are still married but heavily focused on their lucrative careers. Her dad and mom seldom attended her orchestra concerts during high school, and now that she's away at college, she rarely speaks to either of them. When the family communicates, usually it's by email or messages on their answering machines.
Philip: During junior high Philip was awakened one night by the sounds of his parents arguing. He heard a crash and a scream. Philip found his mother in the kitchen bleeding from a knife wound. Philip called the police and they arrested his father. Philip, his mom, and two younger sisters went to live in a shelter. He doesn't know where his dad lives.
You probably know people like Mary, Robert, Carrie, and Philip. Your own experiences may be similar to theirs or even worse. Maybe your home boiled with conflict, disharmony, and unrest. As a result, you've thought a lot about whether you should get married -- you don't want to end up in a relationship filled with pain and disappointment, and cause an emotional earthquake in your own children. You like the idea of sharing your life with someone who loves you, but if you're honest, marriage is pretty scary. You may ask yourself, "Will I ever be able to get beyond the damage my family did to me? Will I be able to experience a happy and healthy marriage and family?"
The answer is unequivocally yes.
Since 1976 I have worked with an organization that helps families and have seen thousands of marriages succeed that looked hopeless. God has a way for broken people to experience whole relationships. More on that later.
So even though about one in four of American adults age eighteen and older are divorced,4 the possibility of having a good, lasting marriage makes nearly everyone willing to give it a try. Just why is marriage so appealing?
The truth is that no one wants to be alone. Although we make a big deal out of "doing our own thing" and insisting on individual rights, we all long for the security and warmth of an intimate relationship with someone who is crazy about us. We may say we "want to be alone" and desire "some space," but our stronger desire is to share some space with someone who loves us.
And although sexual attraction is an important part of our desire for intimacy, these longings to connect deeply with another person are not just about sex. This fervent desire to be known and appreciated by someone else is how we were designed in the first place.
Why is it then that so many people, who want and need to be close to someone, end up divorced, often filled with anger and disappointment? Many who marry attempt to achieve a strong, enduring bond based primarily on emotions. In most relationships the love and acceptance continue as long as the other person is meeting a certain level of expectation. If the feelings are warm, a husband and wife can enjoy one another's company, overlook a partner's troubling or annoying traits, communicate adequately, and still express affection.
But when the feelings cool, one or both find they have no reserves or capability to love an obviously imperfect person. Now needs are not met, which causes hurt, which promotes defensiveness, which reduces positive communication, which heightens misunderstanding, which provokes conflict, which fuels anger and bitterness. If forgiveness and reconciliation do not break this downward spiral, the ability to love one another is paralyzed.
This pattern in nearly all relationships may be avoided for awhile as long as the tough issues that provoke selfishness do not exist or are obscured. But sooner or later reality hits. In spite of a couple's best intentions, they eventually realize that two independent people cannot both have all of their needs met all of the time.
If we lived in a world where people were perfect, then their marriages would hum along in total harmony, just the way God wanted marriage to work in the first place. But we don't live in a perfect world. Quite honestly all of us are affected by our tendency toward selfishness and "sin." What is sin? We often choose to do the wrong things not the right things. We can be selfish, mean, hurtful, bitter, arrogant, unwilling to forgive, and so on. It's no wonder husbands and wives struggle to get along.
An I-want-my-needs-met attitude in relationships breaks down a necessary spirit of cooperation. The negative cycle begins and continues until intimacy is lost and a marriage begins to crumble.
Let's face it, we all need help -- some inner strength that enables us to love another person the way we must if a marriage is going to have a chance.
Our selfish, sinful behavior not only separates a husband and a wife, but it also separates us from God -- our greatest source of help. As the Originator and Designer of marriage, He knows how relationships work. He wants us to first have a relationship with Him, and then look to Him for direction.
Not only does God help us with problems and challenges we face on a daily basis, but He also offers healing for scars and wounds we have collected from the past. For instance, He provides complete forgiveness and cleansing from wrong choices we may have made as teenagers in a relationship with the opposite sex. God loves us and wants us to enjoy the benefits of being His child, which include His help in our marriage.
I would like to illustrate this with two scenarios involving a typical husband and wife. In the first example, our couple (I'll call them Jon and Lisa) do not acknowledge any dynamic involvement of God in their lives. In Scenario B, Jon and Lisa have more than a relationship with each other, they also have a relationship with Jesus Christ.
"I never said that," Jon says, his voice on edge. "Anyway, I haven't played golf in two weeks. It's a beautiful day. I'm out of here." Jon slams the door on the way out.
Lisa feels snubbed and after shedding some tears, she stomps angrily through the apartment and throws the pillows on the couch across the room.
"I'll show you, Jerk," she yells. She calls a girlfriend and makes a date to go out for lunch and some shopping. At the mall Lisa buys $300 worth of new clothes -- she needed a new outfit, but by buying a few "extra" things she knows Jon will hit the roof. Their credit card is now nearly maxed out.
Meanwhile, Jon is finishing his golf round. He stops with his buddies for a drink at the golf club bar. One drink soon leads to two. Jon notices how attractive the waitress is. As the young woman is giving Jon his third drink, he whispers a flattering remark in her ear. The woman acts insulted, but her smile indicates that Jon has scored some points. The next time she returns, he notices her phone number on the napkin placed under his drink. Jon tucks the paper in his pocket.
Jon arrives home at 5 p.m., walking with a bit of a wobble. Lisa is watching TV with the volume turned high. He notices a pile of packages on the couch. Angrily he switches off the TV and points at the packages. Lisa swears at him and walks to the bedroom, slamming the door behind her. They argue far into the night. Jon ends up sleeping in the guest bedroom.
"Oh, can't we do that tomorrow?" Jon says, his voice on edge. "Anyway, I haven't played golf in two weeks. It's such a beautiful day. I'm out of here!" Jon shuts the door hard on the way out.
Lisa feels snubbed and after shedding some tears, she stomps angrily through the apartment and throws the pillows on the couch across the room.
"You jerk!" she yells, wishing she could tell Jon to his face just how angry she feels.
Lisa decides to go for a walk, and by the time she passes through a park, her hurt and anger are subsiding. On her way back home she's able to pray, "Dear Jesus, I'm really mad at Jon and think he's being selfish. Please help me not to be selfish, too, and let my anger get out of control."
Lisa decides to call a girlfriend and they make a date for an early lunch and some shopping. While at the mall, Lisa buys a new outfit.
Meanwhile, Jon is finishing the front nine of his golf round. He and his buddies stop for a sandwich and drink at the club snack bar. Jon notices how pretty the girl behind the counter is, but he just gives her a friendly smile and walks to join his friends. Earlier this morning Jon had thought Lisa was pretty whiney and clutching on to him -- unfairly wanting to keep him from a good time with his buddies. But now Jon feels guilty for how he treated her. He's not enjoying himself.
"Hey guys," Jon announces, "I'm going to quit for today and go home. I need to spend some time with Lisa." Two of his friends tease him, but Jon sticks with his decision.
When Lisa gets home at 1 p.m., she's surprised to find Jon sitting at the kitchen table. She notices the picnic basket is out and half-filled with food and drinks.
"Why are you home so early?" she asks, the hurt still evident in her voice.
"I'm sorry for the way I acted this morning," Jon says. "I wanted to play golf and didn't care about your needs. I guess I was being kind of selfish. Will you forgive me?"
Lisa bites her lip. She's still hurt, but Jon looks like he's really sorry. And it's pretty incredible that he quit his golf round early. "Yes, I forgive you," Lisa says quietly.
As they hug, Jon says, "Could we kind of start this day over? I came home early thinking we might still have time for that picnic? Do you want to go?"
Lisa resists the temptation to pout and make Jon "pay." Instead she smiles and nods her head.
The day turns around for both Jon and Lisa. The anger has been cleansed from both of them. Their relationship feels as fresh as the earth after a spring shower. In both of their lives Jesus has been at work, first showing them how to live and then giving them the strength to deny themselves and forgive -- two actions essential to love but very difficult to do consistently and authentically without help.
Of course these two scenarios offer just a surface view of a complicated interpersonal situation, but they do illustrate why God's involvement individually in the lives of a husband, wife, and their marriage makes such a difference. The Christian faith is not simply a collection of principles and rules -- it's a living, moment-to-moment interaction with God through which we receive guidance and power to live life the way it was designed to be lived.
For example, God still says that marriage needs to come before sexual intimacy. Yet in our culture 64% of college students in a poll agreed with this statement -- "Living together as a couple before getting married is a good idea."5 Many of these students watched their parents' marriages fall apart and reason that "trying out" the relationship seems like a good idea.
So why does God put marriage before sexual involvement? Because He wants us to experience lasting, fulfilling intimacy. How can two people feel secure enough to be totally vulnerable -- a requirement for deep intimacy -- in an environment where either person can bail out at any time? Research shows that the divorce rate is actually higher among those who live together before marrying later.6 God's wisdom is unerring, it's always right. And always God's directions come from His caring, protective love for us.
Prompted by His love for us, God did something remarkable on our behalf. We've talked about how our selfishness separates us from one another, and it especially separates us from God who is holy and perfect. The Bible says "your sin has made a separation between you and your God."7 No amount of good deeds or effort on our part can erase our sin before God's eyes. Worse, there is a penalty for our sin...death. It means eternal separation from God, even after our earthly life. And there is nothing we can do to fix it. His standards require perfection, and we don't measure up. However, God's justice is accompanied by His tremendous love for us -- demonstrated by the solution He provided.
Jesus Christ, who is God in human form, came to pay the penalty of death for our sins. Jesus also came to teach us God's ways and to give us a meaningful life. But primarily He said His purpose for coming as a man was to die in our place. He fully paid for all of our sins -- my sins, yours, the whole world's -- when hanging on a cross (a Roman form of execution), so we may be forgiven. After being buried for three days, Jesus physically came back to life. Many eyewitnesses went on to tell the world about Him and the life God offers us.
If so, you can ask Him into your life right now. Just as a couple are not married until they actually make that public commitment of "I will," beginning a relationship with God is also a knowledgeable act of the will. Jesus said, "Behold, I stand at the door [of your heart] and knock. If anyone hears my voice and opens the door, I will come in."9 The Bible says, "But as many as received him, to them he gave the right to become children of God."10
Would you like to know God's love for you and ask Him into your heart? This might be a way you can express that to Him: "Lord Jesus, I want you in my life. I want you to guide me, and forgive me for all of my sins. Thank you for paying for my sins on the cross. I now ask you to come into my life. Thank you for your promise that you would come into my life, if I opened the door, which I am now doing. Thank you that now I can begin to really know you. Amen."
If you sincerely prayed this, you have begun a relationship with God. What effect can this have on your marriage problems? Now that you know why marriages fail, you now are able to ask God for guidance, for his wisdom and ability to love your spouse. You can have a love-filled marriage. Like all husbands and wives, you will make many mistakes and sometimes you will need to exert strenuous effort to have a great marriage. But, as you rely on Him, God will give you the strength and vision needed to love your mate in a selfless, forgiving manner and experience a better, lasting marriage.
A woman once shared with me her view of marriage:"It's as though I'm scanning a desert with a pair of binoculars. Everywhere I look I see bodies strewn about in various stages of death and dying -- divorce, isolation, abusive and decayed relationships, all types of devastation. After viewing this I ask myself, Why would I want to begin that journey?"
Many students today are asking the same question. Although they deeply desire the security and joy of a lifelong relationship, they fear marriage. One new bride said in a Newsweek article: "I had watched my parents' marriage fall apart, and I didn't know if I could keep one together."1
No generation reaching the age to marry has ever brought with it more baggage related to family breakdown. In the United States more than one million children each year experience the breakup of their families.2
A large number of students remember experiences like this:
Mary: One afternoon she came home from school and met her father coming out the door with a suitcase. He was leaving the family. "I'll be back to see you, Honey," he said. Mary's father kissed her on top of the head and left. She hasn't seen him since.
Robert: His parents divorced when he was five. He has lived with his mother who married three other men and drinks way too much. His first stepfather beat him up one time when Robert spilled a Coke in the car.
Carrie: Her parents are still married but heavily focused on their lucrative careers. Her dad and mom seldom attended her orchestra concerts during high school, and now that she's away at college, she rarely speaks to either of them. When the family communicates, usually it's by email or messages on their answering machines.
Philip: During junior high Philip was awakened one night by the sounds of his parents arguing. He heard a crash and a scream. Philip found his mother in the kitchen bleeding from a knife wound. Philip called the police and they arrested his father. Philip, his mom, and two younger sisters went to live in a shelter. He doesn't know where his dad lives.
You Can Have a Better Marriage
You probably know people like Mary, Robert, Carrie, and Philip. Your own experiences may be similar to theirs or even worse. Maybe your home boiled with conflict, disharmony, and unrest. As a result, you've thought a lot about whether you should get married -- you don't want to end up in a relationship filled with pain and disappointment, and cause an emotional earthquake in your own children. You like the idea of sharing your life with someone who loves you, but if you're honest, marriage is pretty scary. You may ask yourself, "Will I ever be able to get beyond the damage my family did to me? Will I be able to experience a happy and healthy marriage and family?"The answer is unequivocally yes.
Since 1976 I have worked with an organization that helps families and have seen thousands of marriages succeed that looked hopeless. God has a way for broken people to experience whole relationships. More on that later.
Marriage--Worth the Problems
With all the problems and pain, why do people still want to get married? Even though marriage receives so much bad press these days, walking the aisle is still very popular exercise. A recent Louis Harris survey found that 96% of college students want to marry or already are married. Ninety-seven per cent agreed with this statement -- "Having close family relationships is a key to happiness."3So even though about one in four of American adults age eighteen and older are divorced,4 the possibility of having a good, lasting marriage makes nearly everyone willing to give it a try. Just why is marriage so appealing?
The truth is that no one wants to be alone. Although we make a big deal out of "doing our own thing" and insisting on individual rights, we all long for the security and warmth of an intimate relationship with someone who is crazy about us. We may say we "want to be alone" and desire "some space," but our stronger desire is to share some space with someone who loves us.
And although sexual attraction is an important part of our desire for intimacy, these longings to connect deeply with another person are not just about sex. This fervent desire to be known and appreciated by someone else is how we were designed in the first place.
Why Do Marriages Fail?
Why is it then that so many people, who want and need to be close to someone, end up divorced, often filled with anger and disappointment? Many who marry attempt to achieve a strong, enduring bond based primarily on emotions. In most relationships the love and acceptance continue as long as the other person is meeting a certain level of expectation. If the feelings are warm, a husband and wife can enjoy one another's company, overlook a partner's troubling or annoying traits, communicate adequately, and still express affection.But when the feelings cool, one or both find they have no reserves or capability to love an obviously imperfect person. Now needs are not met, which causes hurt, which promotes defensiveness, which reduces positive communication, which heightens misunderstanding, which provokes conflict, which fuels anger and bitterness. If forgiveness and reconciliation do not break this downward spiral, the ability to love one another is paralyzed.
This pattern in nearly all relationships may be avoided for awhile as long as the tough issues that provoke selfishness do not exist or are obscured. But sooner or later reality hits. In spite of a couple's best intentions, they eventually realize that two independent people cannot both have all of their needs met all of the time.
So, How Can You Experience a Better Marriage?
For a relationship to succeed, teamwork is required and both persons need to deny many of their personal wishes. Self-sacrifice must replace selfishness. Sometimes one person in the marriage can do this reasonably well, but eventually patience runs out. Self-sacrifice is not natural; selfishness is. Why is this so?If we lived in a world where people were perfect, then their marriages would hum along in total harmony, just the way God wanted marriage to work in the first place. But we don't live in a perfect world. Quite honestly all of us are affected by our tendency toward selfishness and "sin." What is sin? We often choose to do the wrong things not the right things. We can be selfish, mean, hurtful, bitter, arrogant, unwilling to forgive, and so on. It's no wonder husbands and wives struggle to get along.
An I-want-my-needs-met attitude in relationships breaks down a necessary spirit of cooperation. The negative cycle begins and continues until intimacy is lost and a marriage begins to crumble.
Let's face it, we all need help -- some inner strength that enables us to love another person the way we must if a marriage is going to have a chance.Our selfish, sinful behavior not only separates a husband and a wife, but it also separates us from God -- our greatest source of help. As the Originator and Designer of marriage, He knows how relationships work. He wants us to first have a relationship with Him, and then look to Him for direction.
Not only does God help us with problems and challenges we face on a daily basis, but He also offers healing for scars and wounds we have collected from the past. For instance, He provides complete forgiveness and cleansing from wrong choices we may have made as teenagers in a relationship with the opposite sex. God loves us and wants us to enjoy the benefits of being His child, which include His help in our marriage.
I would like to illustrate this with two scenarios involving a typical husband and wife. In the first example, our couple (I'll call them Jon and Lisa) do not acknowledge any dynamic involvement of God in their lives. In Scenario B, Jon and Lisa have more than a relationship with each other, they also have a relationship with Jesus Christ.
Scenario A: Showing Why Marriages Fail
It's Saturday morning and Jon wants to play golf with his buddies. He rolls out of bed and tells Lisa that he's leaving and won't be back until about 4 p.m. Lisa complains, "You promised we could go on a picnic today!""I never said that," Jon says, his voice on edge. "Anyway, I haven't played golf in two weeks. It's a beautiful day. I'm out of here." Jon slams the door on the way out.
Lisa feels snubbed and after shedding some tears, she stomps angrily through the apartment and throws the pillows on the couch across the room."I'll show you, Jerk," she yells. She calls a girlfriend and makes a date to go out for lunch and some shopping. At the mall Lisa buys $300 worth of new clothes -- she needed a new outfit, but by buying a few "extra" things she knows Jon will hit the roof. Their credit card is now nearly maxed out.
Meanwhile, Jon is finishing his golf round. He stops with his buddies for a drink at the golf club bar. One drink soon leads to two. Jon notices how attractive the waitress is. As the young woman is giving Jon his third drink, he whispers a flattering remark in her ear. The woman acts insulted, but her smile indicates that Jon has scored some points. The next time she returns, he notices her phone number on the napkin placed under his drink. Jon tucks the paper in his pocket.
Jon arrives home at 5 p.m., walking with a bit of a wobble. Lisa is watching TV with the volume turned high. He notices a pile of packages on the couch. Angrily he switches off the TV and points at the packages. Lisa swears at him and walks to the bedroom, slamming the door behind her. They argue far into the night. Jon ends up sleeping in the guest bedroom.
Scenario B: Showing How to Have a Better Marriage
It's Saturday morning and Jon wants to play golf with his buddies. He rolls out of bed and tells Lisa that he's leaving and won't be back until about 4 p.m. Lisa acts surprised and says, "I thought we were going on a picnic today!""Oh, can't we do that tomorrow?" Jon says, his voice on edge. "Anyway, I haven't played golf in two weeks. It's such a beautiful day. I'm out of here!" Jon shuts the door hard on the way out.
Lisa feels snubbed and after shedding some tears, she stomps angrily through the apartment and throws the pillows on the couch across the room.
"You jerk!" she yells, wishing she could tell Jon to his face just how angry she feels.Lisa decides to go for a walk, and by the time she passes through a park, her hurt and anger are subsiding. On her way back home she's able to pray, "Dear Jesus, I'm really mad at Jon and think he's being selfish. Please help me not to be selfish, too, and let my anger get out of control."
Lisa decides to call a girlfriend and they make a date for an early lunch and some shopping. While at the mall, Lisa buys a new outfit.
Meanwhile, Jon is finishing the front nine of his golf round. He and his buddies stop for a sandwich and drink at the club snack bar. Jon notices how pretty the girl behind the counter is, but he just gives her a friendly smile and walks to join his friends. Earlier this morning Jon had thought Lisa was pretty whiney and clutching on to him -- unfairly wanting to keep him from a good time with his buddies. But now Jon feels guilty for how he treated her. He's not enjoying himself.
"Hey guys," Jon announces, "I'm going to quit for today and go home. I need to spend some time with Lisa." Two of his friends tease him, but Jon sticks with his decision.
When Lisa gets home at 1 p.m., she's surprised to find Jon sitting at the kitchen table. She notices the picnic basket is out and half-filled with food and drinks.
"Why are you home so early?" she asks, the hurt still evident in her voice.
"I'm sorry for the way I acted this morning," Jon says. "I wanted to play golf and didn't care about your needs. I guess I was being kind of selfish. Will you forgive me?"
Lisa bites her lip. She's still hurt, but Jon looks like he's really sorry. And it's pretty incredible that he quit his golf round early. "Yes, I forgive you," Lisa says quietly.
As they hug, Jon says, "Could we kind of start this day over? I came home early thinking we might still have time for that picnic? Do you want to go?"
Lisa resists the temptation to pout and make Jon "pay." Instead she smiles and nods her head.
The day turns around for both Jon and Lisa. The anger has been cleansed from both of them. Their relationship feels as fresh as the earth after a spring shower. In both of their lives Jesus has been at work, first showing them how to live and then giving them the strength to deny themselves and forgive -- two actions essential to love but very difficult to do consistently and authentically without help.
Of course these two scenarios offer just a surface view of a complicated interpersonal situation, but they do illustrate why God's involvement individually in the lives of a husband, wife, and their marriage makes such a difference. The Christian faith is not simply a collection of principles and rules -- it's a living, moment-to-moment interaction with God through which we receive guidance and power to live life the way it was designed to be lived.There's No Need for Your Marriage to Fail - Listen to God's Word
God is very clear in the Bible about the destruction of divorce, about the need to humbly consider the other person's needs above our own, about being truthful with each other, about avoiding sexual immorality, and much more. But being told what to do does not necessarily mean we will want to do it. His guidance is often different from what we would feel like doing (for example, telling your spouse the truth at a time when lying would appear very useful). But repeatedly couples have found how wise God is, and how smart it is to trust and follow His blueprints for building relationships.For example, God still says that marriage needs to come before sexual intimacy. Yet in our culture 64% of college students in a poll agreed with this statement -- "Living together as a couple before getting married is a good idea."5 Many of these students watched their parents' marriages fall apart and reason that "trying out" the relationship seems like a good idea.
So why does God put marriage before sexual involvement? Because He wants us to experience lasting, fulfilling intimacy. How can two people feel secure enough to be totally vulnerable -- a requirement for deep intimacy -- in an environment where either person can bail out at any time? Research shows that the divorce rate is actually higher among those who live together before marrying later.6 God's wisdom is unerring, it's always right. And always God's directions come from His caring, protective love for us.
| “But God does not merely want to be a marriage counselor, dispensing advice into our lives. He wants us to know Him, to be in relationship with Him, and to trust Him.” |
God Can Guide You Toward a Better Marriage
But God does not merely want to be a marriage counselor, dispensing advice into our lives. He wants us to know Him, to be in relationship with Him, and to trust Him. In order to faithfully love someone else, He says we first need to experience His unconditional, faithful love for us.Prompted by His love for us, God did something remarkable on our behalf. We've talked about how our selfishness separates us from one another, and it especially separates us from God who is holy and perfect. The Bible says "your sin has made a separation between you and your God."7 No amount of good deeds or effort on our part can erase our sin before God's eyes. Worse, there is a penalty for our sin...death. It means eternal separation from God, even after our earthly life. And there is nothing we can do to fix it. His standards require perfection, and we don't measure up. However, God's justice is accompanied by His tremendous love for us -- demonstrated by the solution He provided.
Jesus Christ, who is God in human form, came to pay the penalty of death for our sins. Jesus also came to teach us God's ways and to give us a meaningful life. But primarily He said His purpose for coming as a man was to die in our place. He fully paid for all of our sins -- my sins, yours, the whole world's -- when hanging on a cross (a Roman form of execution), so we may be forgiven. After being buried for three days, Jesus physically came back to life. Many eyewitnesses went on to tell the world about Him and the life God offers us.
Just as Marriage is a Free Choice, God Offers You a Relationship with Himself, Freely
It is not up to us to work for God's acceptance. He offers us a relationship with Him as a free gift. It is our choice whether we want to receive His forgiveness and enter into a relationship with Him. Jesus said, "I am the way, the truth, and the life; no one comes to the Father except through me."8 He wants to come into our lives, but again, it's an individual decision we need to make. If marriage is a significant decision, this is even more so. Do you want to have an eternal relationship with God and allow Him influence in your life? Do you want to be guided by His wisdom and supported by His strength?If so, you can ask Him into your life right now. Just as a couple are not married until they actually make that public commitment of "I will," beginning a relationship with God is also a knowledgeable act of the will. Jesus said, "Behold, I stand at the door [of your heart] and knock. If anyone hears my voice and opens the door, I will come in."9 The Bible says, "But as many as received him, to them he gave the right to become children of God."10
Would you like to know God's love for you and ask Him into your heart? This might be a way you can express that to Him: "Lord Jesus, I want you in my life. I want you to guide me, and forgive me for all of my sins. Thank you for paying for my sins on the cross. I now ask you to come into my life. Thank you for your promise that you would come into my life, if I opened the door, which I am now doing. Thank you that now I can begin to really know you. Amen."
If you sincerely prayed this, you have begun a relationship with God. What effect can this have on your marriage problems? Now that you know why marriages fail, you now are able to ask God for guidance, for his wisdom and ability to love your spouse. You can have a love-filled marriage. Like all husbands and wives, you will make many mistakes and sometimes you will need to exert strenuous effort to have a great marriage. But, as you rely on Him, God will give you the strength and vision needed to love your mate in a selfless, forgiving manner and experience a better, lasting marriage.
Maha Kuasa
Ayub 38:1-11, 31-33
Inilah Pribadi yang dapat kita percaya. Jika Allah memegang bintang-bintang di tangan-Nya, pastilah Dia dapat menjaga kita juga. —JDB
Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit? Atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi? —Ayub 38:33
Bagi kita yang menderita, seperti Ayub, karena tertimpa musibah, lalu dengan berani melontarkan serentetan pertanyaan pada Allah, maka pasal 38 dari kitab Ayub memaparkan banyak hal yang harus kita pikirkan. Bayangkan apa yang dirasakan oleh tokoh agung dari Timur ini ketika “dari dalam badai” ia mendengar Allah berkata, “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku” (ay.1-3).
Glek!
Ayub pastilah merasa sekecil semut.
Ketika Allah mengemukakan pertanyaan dalam ayat-ayat selanjutnya, apa yang dikatakan-Nya sama sekali tak terduga sekaligus kuat. Dia tidak benar-benar menjawab “mengapa” yang diajukan Ayub. Sebaliknya, Allah seakan hendak mendorong Ayub untuk memperhati-kan kuasa dan kebesaran yang digunakan-Nya untuk menciptakan dunia ini dan mengamati kemahakuasaan-Nya untuk mengendalikan setiap unsur di dalamnya. Bukankah ini sudah cukup memberiku alasan untuk mempercayai Allah? Ayub seharusnya mengajukan pertanyaan ini pada dirinya sendiri.
Sebagai salah satu contoh kuasa-Nya yang menakjubkan, Allah menunjuk ke langit dan mengatakan pada Ayub untuk mengamati dua ciptaan-Nya yang amat mengagumkan: rasi bintang Kartika dan Belantik (ay.31). Untuk menegaskan kebesaran-Nya dan kecilnya manusia, Allah menyebutkan dua rasi bintang yang menunjukkan kuasa-Nya yang jauh melampaui pemahaman kita.
Pencipta alam semesta
Yang bertakhta dalam kemuliaan yang mengagumkan:
Bagaimana Engkau begitu mengasihi dan memperhatikan
Pribadi yang kecil seperti aku ini? —Sper
Yang bertakhta dalam kemuliaan yang mengagumkan:
Bagaimana Engkau begitu mengasihi dan memperhatikan
Pribadi yang kecil seperti aku ini? —Sper
Dia yang memegang bintang-bintang di angkasa, memegang umat-Nya dalam tangan-Nya.
Dua Aturan Dalam Hidup
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. —Matius 22:40
Pernahkah Anda merasa kewalahan memenuhi berbagai aturan dan tuntutan?
Bayangkan apa yang dirasakan orang Yahudi ketika mereka berusaha menaati lebih dari 600 aturan dari Perjanjian Lama dan banyak lagi aturan yang telah diberlakukan atas mereka oleh para pemimpin agama pada zaman mereka.
Dan bayangkan keterkejutan mereka ketika Yesus menyederhanakan usaha mencapai kesalehan dengan mempersempit daftar aturan tersebut menjadi dua aturan saja:
“Kasihilah Tuhan Allahmu” (Mat. 22:37) dan
“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.39).
Pada intinya, Yesus memberitahu kita bahwa cara Allah untuk mengetahui bahwa kita mengasihi-Nya adalah dengan melihat bagaimana kita memperlakukan sesama. Siapa saja itu.
Harus kita akui—mengasihi sesama tidaklah mudah bagi kita. Namun, ketika kita melakukannya untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah, kita membangkitkan suatu motivasi yang kuat untuk mengasihi seseorang, baik orang itu layak dikasihi atau pun tidak.
Ketika kita mengasihi Allah dan sesama kita, hal-hal lainnya akan berjalan sebagaimana seharusnya. Jika saya mengasihi sesama saya, saya tidak akan mengucapkan saksi dusta terhadapnya, tidak mengingini kekayaan-nya atau istrinya, atau tidak mencuri darinya.
Mengasihi sesama demi kemuliaan Allah bahkan akan memberikan anugerah dan kekuatan untuk mengampuni mereka yang telah berlaku tidak adil terhadap kita.
Siapa yang perlu melihat kasih Allah terpancar melalui diri Anda hari ini? Semakin orang tersebut tidak layak untuk dikasihi, semakin besar Anda menyatakan betapa Anda mengasihi Allah. —JMS
Mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu,
Jiwamu, kekuatanmu, dan pikiranmu,
Memampukanmu untuk mengasihi seseorang
Yang pernah menyakiti dan tidak ramah padamu. —Sper
Jiwamu, kekuatanmu, dan pikiranmu,
Memampukanmu untuk mengasihi seseorang
Yang pernah menyakiti dan tidak ramah padamu. —Sper
Mengasihi Allah adalah kunci untuk mengasihi sesama.
Senin, 02 Mei 2011
lately... :)
sulit untuk menuntut kesempurnaan pada manusia.. :)
beberapa manusia saat berada dalam tekanan, maka dia akan menjadi semakin teguh...
tetapi beberapa manusia saat berada dalam tekanan, maka dia akan berlari secepat kilat mencari zona aman... dan tidak akan pernah menampakkan bayangannya hingga keadaan menjadi 100 % aman...
voila...
yang 1 bertumbuh makin kuat, dan perjuangannya menghasilkan buah... ^___^
dan yang 1... bertumbuh menjadi besar, tetapi tidak bertambah kekuatannya..., malahan tanpa di sadari menyimpan bom waktu dalam dirinya... :)
saya kagum pada beberapa orang di sekitar, saat keadaan seolah mengharuskan mereka memilih meragukan pasangannya, keyakinan mereka makin kuat dan mereka makin berjuang membuktikan pada keluarga mereka... dd^^bb dan beberapa pasang di antara mereka kini telah menikah... (ini contoh kasih yang sederhana) - tapi menjadi tolak ukur bagi tingkatan kasih yang lebih atas lagi :)
TUHAN sudah mengajarkan anak-anaknya, teguhlah dalam kasih... :)
dan jika "kasih" tidak mampu teguh, apalagi di bidang lainnya?
kalau untuk yang nampak, kita mampu ragu, bagaimana dengan DIA yang tidak nampak?
dan jika "LOVE casts out FEAR" tidak mampu menimbulkan ketaatan pada manusia,
bagaimana dengan ketaatan pada DIA yang tidak nampak?
dan bagaimana dengan hal yang telah DIA tunjukkan dengan diam-diam? dan berharap manusia dapat menemukan saat memiliki tekad berjuang untuk mengasihi?
seharusnya kasih mampu menaklukkan semua hal negatif...
tetapi jika kita mengatakan kita bertumbuh, beriman, taat dan patuh, tetapi kita makin tidak mampu setia mengasihi, menyukai zona nyaman, dan beragam kenyamanannya, anda juga makin mampu mencari kesalahan pasangan anda dan menjadikannya sebuah alasan untuk berhenti berjuang dan mencintai,
maka saya dapat dengan yakin mengatakan...
ANDA tidak BERTUMBUH, anda hanya BERTAMBAH BESAR.. ^_^
ya, manusia memang di uji ketaatannya, senantiasa...
sudahkah kita taat padaNYA?
atau hanya taat pada manusia yang lebih dewasa?
atau jangan-jangan kita hanya menjadikan standar manusia sebagai standar PENERIMAAN TUHAN?
Perintahnya, TAAT, ber-IMAN, MENGASIHI...
jadi anda dapat menyimpulkan sendiri, keadaan anda...
saat anda memilih tidak taat, kehilangan iman, dan berusaha mengurangi kadar kasih dengan mencari kesalahan orang tersebut...
SOLI DEO GLORIA!
BE BLESSED!
beberapa manusia saat berada dalam tekanan, maka dia akan menjadi semakin teguh...
tetapi beberapa manusia saat berada dalam tekanan, maka dia akan berlari secepat kilat mencari zona aman... dan tidak akan pernah menampakkan bayangannya hingga keadaan menjadi 100 % aman...
voila...
yang 1 bertumbuh makin kuat, dan perjuangannya menghasilkan buah... ^___^
dan yang 1... bertumbuh menjadi besar, tetapi tidak bertambah kekuatannya..., malahan tanpa di sadari menyimpan bom waktu dalam dirinya... :)
saya kagum pada beberapa orang di sekitar, saat keadaan seolah mengharuskan mereka memilih meragukan pasangannya, keyakinan mereka makin kuat dan mereka makin berjuang membuktikan pada keluarga mereka... dd^^bb dan beberapa pasang di antara mereka kini telah menikah... (ini contoh kasih yang sederhana) - tapi menjadi tolak ukur bagi tingkatan kasih yang lebih atas lagi :)
TUHAN sudah mengajarkan anak-anaknya, teguhlah dalam kasih... :)
dan jika "kasih" tidak mampu teguh, apalagi di bidang lainnya?
kalau untuk yang nampak, kita mampu ragu, bagaimana dengan DIA yang tidak nampak?
dan jika "LOVE casts out FEAR" tidak mampu menimbulkan ketaatan pada manusia,
bagaimana dengan ketaatan pada DIA yang tidak nampak?
dan bagaimana dengan hal yang telah DIA tunjukkan dengan diam-diam? dan berharap manusia dapat menemukan saat memiliki tekad berjuang untuk mengasihi?
seharusnya kasih mampu menaklukkan semua hal negatif...
tetapi jika kita mengatakan kita bertumbuh, beriman, taat dan patuh, tetapi kita makin tidak mampu setia mengasihi, menyukai zona nyaman, dan beragam kenyamanannya, anda juga makin mampu mencari kesalahan pasangan anda dan menjadikannya sebuah alasan untuk berhenti berjuang dan mencintai,
maka saya dapat dengan yakin mengatakan...
ANDA tidak BERTUMBUH, anda hanya BERTAMBAH BESAR.. ^_^
ya, manusia memang di uji ketaatannya, senantiasa...
sudahkah kita taat padaNYA?
atau hanya taat pada manusia yang lebih dewasa?
atau jangan-jangan kita hanya menjadikan standar manusia sebagai standar PENERIMAAN TUHAN?
Perintahnya, TAAT, ber-IMAN, MENGASIHI...
jadi anda dapat menyimpulkan sendiri, keadaan anda...
saat anda memilih tidak taat, kehilangan iman, dan berusaha mengurangi kadar kasih dengan mencari kesalahan orang tersebut...
SOLI DEO GLORIA!
BE BLESSED!
Minggu, 01 Mei 2011
when UR GLORY appears.. ^_^
my life is YOURS...
just use it, LORD...^_^
walau ada begitu banyak hal yang tidak adil dan rekayasa yang ditimpakan pada saya...
but thanks for stay be with me...
stay around,
send me, lot of true friends...
an awesome family
nita, uli, adpn, *****, itin
and show me 2 womans, yang bener-bener sangat mencintai saya,...
satu itu adalah mami ku, dan satunya ibu seseorang... ^__^
thanks LORD...
apapun yang terjadi, saya hanya mau mendengarMU... tunjukkanlah jalan-jalanMU padaku...
berikan saya kaki yang tidak menyimpang dari jalanMU...
apapun itu, selama itu adalah dariMU... saya ikut.. ^______^
just use it, LORD...^_^
walau ada begitu banyak hal yang tidak adil dan rekayasa yang ditimpakan pada saya...
but thanks for stay be with me...
stay around,
send me, lot of true friends...
an awesome family
nita, uli, adpn, *****, itin
and show me 2 womans, yang bener-bener sangat mencintai saya,...
satu itu adalah mami ku, dan satunya ibu seseorang... ^__^
thanks LORD...
apapun yang terjadi, saya hanya mau mendengarMU... tunjukkanlah jalan-jalanMU padaku...
berikan saya kaki yang tidak menyimpang dari jalanMU...
apapun itu, selama itu adalah dariMU... saya ikut.. ^______^
... that difficult people are very important, - they teach you tolerance and acceptance. If all was going your way all the time, you would become a spoiled child, wouldn't everyone? Difficult people are just one of the ways God teaches us to expand beyond our egos and accept other perspectives on life.
Langganan:
Postingan (Atom)





