saat membaca renungan hari ini pun saya berharap saya salah membaca renungan...
sepertinya sia-sia mengasihi..
sia-sia mengalah, sia-sia berharap kasih memampukan semua hal yang baik terjadi...
sia-sia dan seolah bualan belaka...
kasih? itu hanya ada dalam dongeng!
saat romeo dan juliet sedang berada dalam film... ya, menyatukan capulet dan montaga? jangan bermimpi... keduanya sangat menyukai mencari kesalahan pihak lawannya dan mengumbar kelemahan lawannya..dan seandainya salah satu keluarga mau mengalah tentulah tidak akan terjadi tragedi tersebut (ou, saya belum selevel dengan kisah ini, karena perintah no 1 yang saya terima saat ini, kasihi orang yang melahirkannya, sama seperti saya mengasihi orang yang memerintahkan itu pada saya, ampuni pandangannya dan buktikan pandangan mereka...),
saat beauty and the beast ada dalam walt disney (heh? enak saja?! sejelek itukah dia? ya, hal positifnya si beast percaya kalau cinta itu mampu mengubahnya...dan itu sungguh terjadi),
saat little mermaid menukar ekornya dengan kaki dan harus kehilangan suaranya dan merasa kesakitan saat berjalan (itu bukan kasih, itu hanya rasa penasaran bagaimana memiliki kaki..tapi saat kehilangan suara? heww)
dan terutama saat seorang pria mencintai seorang wanita (it means i love => when all things seems right, when all things seems good? seems possible? seems easy? seems "eye catching?" )
dalam satu malam saja menjadi semi skeptis tentang kasih...
dan dalam sekali membaca bahan Saat Teduh pagi ini, semua rasa skeptis itu hilang...
kasih..kasih..kasih..kasih dna kasih...
tak semudah apa yang ku hafalkan, ku pelajari dan ku pahami...
layakkah dia ku kasihi?
tidak...
tapi kasih justru melayakkan orang yang tidak layak di kasihi menjadi layak untuk di kasihi...
ini permainan kata kah?
selalu saja, lagi dan lagi... tidak boleh berlari... kasih dan kasih,,, nampaknya indah, kedengarannya baik... tapi entahlah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar