saya mengakui saya anakNYA, tapi jika saya tidak mempercayai apa yang DIA tunjukkan... layakkah saya menyebut diri, anakNYA?
DIA, BAPA... menunjukkan langkah yang harus ku lalui, tapi saya meronta dan berlari bersembunyi karena orang di sekitarku tidak menyukainya... siapakah BAPA?
saya melakukan semua hal yang menurutku terbaik, tetapi saya melupakan ajaranNYA... saya melupakan KASIH...
layakkah saya di sebut anakNYA?
saya mengasihi, tapi dengan sejumlah syarat... BAPA kah teladanku? siapa BAPA ku?
saya menghafal segala yang KAU firmankan...
tapi saya berusaha mencari celah di tiap firmanMU...
siapakah saya? bukankah saya anakMU? masa kan anakMU tidak memahami BAPAnya? ataukah??
masa kan seorang BAPA tidak memahami anakNYA? yang senang mencari-cari alasan?
dan walau beribu kali DIA menunjukkan padaku jalan yang menurutNYA terbaik bagiku, tetap saja, beribu kali pula saya berlari dan memilih jalan yang ku anggap jauh lebih mudah...
siapakah BAPA?
dan saat terjatuh, saya merengek-rengek dengan menyalahkan orang di sekitarku... karena mereka menggodaku untuk memilih sesuatu yang nampaknya jauh lebih mudah...
tapi saat ini saya berdiam diri...
kali ini DIA bertanya dengan lembut padaku... mengapa kau berlari anakKU?
DIA berkata... "AKU BAPAmu dan engkau anakKU..."
tenanglah... dan percaya padaku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar