animated sakura

Jumat, 25 Maret 2011

DI BALIK LAYAR

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. —1 Korintus 15:58

            Tempat kami melayani amat panas, kotor, dan berbau tidak sedap. Kami telah menempuh perjalanan ribuan mil untuk melakukan sejumlah pelayanan, dan hari ini kami bertugas mengecat dinding belakang sebuah kelas dari sekolah tuna rungu. Yang akan melihat dinding ini hanyalah orang yang memotong rumput dan yang kebetulan harus membersihkan saluran pembuangan kotoran.

           Namun, ketika para dewasa muda mengecat dinding itu dengan rajin, seorang anak perempuan bernama Melissa memandang pekerjaan ini dengan perspektif yang benar. Ia mengatakan, “Tidak seorang pun di antara kita yang akan datang kembali ke sini untuk melihat pekerjaan kita, tetapi Allah akan melihatnya. Jadi, mari kita membuat karya yang bagus.” Dan itulah yang kami lakukan.

           Kadang-kadang ketika sedang di meja kerja, kita berpikir tidak ada orang yang melihat pekerjaan kita. Kita mungkin merakit suatu produk di ban berjalan satu demi satu tak henti-hentinya. Mungkin kita menjaga bayi-bayi yang menangis di ruang balita di gereja. Atau kita menjalani hidup kekristenan semampu yang kita lakukan, tanpa memperoleh perhatian dari orang lain.

Sering pekerjaan kita adalah pekerjaan “di balik layar”. Namun, jika pekerjaan itu merupakan panggilan dari Allah untuk kita lakukan, kita perlu mengerjakannya sepenuh hati. Karena bagian dari panggilan kita adalah mengasihi sesama dengan sungguh-sungguh (1 Ptr. 4:8), memberi tumpangan (ay.9), dan menggunakan talenta yang kita miliki untuk saling melayani (ay.10), maka tugas kita adalah bekerja dengan kekuatan Allah untuk memuji dan memuliakan-Nya, dan bukan memuji diri kita sendiri. Hal terpenting adalah Allah menyukai yang dilihat-Nya. —JDB

Tidak ada pelayanan bagi Kristus yang tidak diperhatikan oleh-Nya.

---
BINGO! 
thanks LORD, di saat saya benar-benar sedang melakukan pelayanan terhadap orang-orang yang menyakiti saya, ENGKAU menguatkan saya.. :) kuatkan saya untuk mampu mengasihi mereka, dan terutama mengasihi seseorang yang tanpa sadar menyakiti saya dengan kelakuannya.. :)

pelayananku, bukanlah antara saya dan mereka, tapi antara saya dan ENGKAU.. (^__^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar