Saya kelaparan,
dan Anda membentuk kelompok diskusi
untuk membicarakan kelaparan saya.
Saya terpenjara,
dan Anda menyelinap ke kamar Anda
untuk berdoa bagi kebebasan saya.
Saya telanjang,
dan Anda memepertanyakan dalam hati
kelayakan penampilan saya.
Saya sakit,
dan Anda berlutut dan menaikkan syukur kepada Allah
atas kesehatan Anda.
Saya tak mempunyai tempat berteduh,
dan Anda berkhotbah kepada saya tentang kasih Allah
sebagai tempat berteduh spiritual.
Saya Kesepian,
dan Anda meninggalkan saya sendirian
untuk berdoa bagi saya.
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah.
Tapi saya tetap amat lapar – dan kesepian – dan kedinginan.
dan Anda membentuk kelompok diskusi
untuk membicarakan kelaparan saya.
Saya terpenjara,
dan Anda menyelinap ke kamar Anda
untuk berdoa bagi kebebasan saya.
Saya telanjang,
dan Anda memepertanyakan dalam hati
kelayakan penampilan saya.
Saya sakit,
dan Anda berlutut dan menaikkan syukur kepada Allah
atas kesehatan Anda.
Saya tak mempunyai tempat berteduh,
dan Anda berkhotbah kepada saya tentang kasih Allah
sebagai tempat berteduh spiritual.
Saya Kesepian,
dan Anda meninggalkan saya sendirian
untuk berdoa bagi saya.
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah.
Tapi saya tetap amat lapar – dan kesepian – dan kedinginan.
Amin
---
yeep, terkadang kita hanya ingat berdoa, memprotes kiri kanan, tanpa bertindak memperbaiki keadaan ataupun melakukan apa yang mampu saya lakukan.. saya harus belajar dari kesalahan ini.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar